Muridku Menulis


2015-03-26

murid,menukis

Ditulis oleh: Ustadz Wahid

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bangga! Bangga! Bangga!

Ungkapan inilah yang selalu meletup dalam benak saya ketika menerima hasil karya tulis anak-anak saya. Bagaimana tidak, dengan hanya membekali mereka gambar seri, mereka bisa menciptakan karya tulis yang runtut, seperti yang saya pajang ini.

 

Sebaiknya Anda tahu, kejadian ini terjadi pada Rabu (15/10/2014). Saat itu waktunya pelajaran Jurnalistik. Saya mengelompokkan anak menjadi 4 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 3 sampai 4 anak.

 

Setelah mengelompokkan, saya beri merika gambar seri. Saya minta setiap tim menentukan ketua dan sekretaris kelompok. Setelah itu, saya minta mereka berdiskusi menyusun cerita dari gambar yang saya beri.

 

Luar bisa, dari 4 hasil kerja kelompok, semua mampu bercerita secara runtut untuk menjelaskan kronologis cerita dari gambar tersebut. Meskipun harus diakui bahwa tidak ada tanda baca, besar-kecil huruf belum tertata, pemakaian tanda hubung yang monoton dan berulang; tapi ada hal yang harus saya apresiasi. Hal itu adalah kebersamaan mereka mengumpulkan ide kemudian merangkainya menjadi cerita yang runtut, membagi kerja setiap individu sehingga terbentuk kerja tim, dan mau-mampu mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas.

 

Saya kira, karya yang sedemikian sederhana ini lebih bernilai dari hanya sekedar anak pandai menghafal. Bukannya ilmu akan kekal manakala sang ilmuwan menulisnya dalam sebuah buku, bukan?



Comment 0    Share



Please comment here!