Saling Menyapa untuk Persatuan dan Persaudaraan sesama Muslim


2015-04-08

saling menyapa,persatuan,muslim

Saling menyapa adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk mempererat tali persaudaraan supya tidak terjadi pertentangan dan kerusuhan. Menyapa merupakan suatu amal yang sangat murah diberikan kepada seseorang namun bernilai sangat tinggi.

 

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Ad-Dailamy, Rasulullah SAW bersabda:
”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.”

 

Menyapa merupakan suatu sedekah untuk berbagai golongan dari berbagai kelas sosial maupun berbagai golongan dari derajat keimanannya di mata Allah swt. Walau pun tidak mengenal satu sama lain, menyapa merupakan suatu momok yang di gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Aisyah Radliyallahu’anha mengungkapkan, ”Adalah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam ketika bersama istri-istrinya merupakan seorang suami yang paling luwes dan semulia-mulia manusia yang dipenuhi dengan gelak tawa dan senyum simpul.” (Hadits Riwayat Ibnu Asakir)

 

Dengan saling menyapa diantara kaum muslim maka kita akan ikut membangun adanya persatuan dan kesatuan di antara kaum muslim. beberapa hadist yang menjelaskan bagaimana pentingnya persatuan dan persaudaraan diantara kaum muslim,

 

Cukup banyak imbauan dalam Al-Quran dan As-Sunnah untuk menjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan di antara kaum Muslim. Antara lain, firman-firman Allah SWT dalam kitab suci-Nya:

 

Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara. (Al-Hujurat: 10)

Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi wali (penolong) bagi sebagian yang lain’. (At-Taubah: 71)

Muhammad Rasulullah, dan orang-orang yang bersamanya, mereka bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih-sayang di antara sesama mereka. (Al-Fath:. 29)

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang berpecah-belah dan berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan siksa yang berat. (Ali lmran: 105)

Dan berpegang-teguhlah pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai. (Ali Imran: 103)

Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu (wahai Muhammad) terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terpulang kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahu mereka apa yang telah mereka perbuat. (Al-An’am: 159)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. (Al-Hujurat: 13)

 

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al-Quran seperti itu.

Rasulullah SAWW bersabda:

Kamu tidak akan masuk surga sebelum kamu benar-benar beriman. Dan kamu tidak benar-benar beriman, sebelum kamu saling berkasih-sayang. Sukakah kamu saya tunjuki sesuatu jika kamu mengamalkannya, niscaya akan timbul kasih-sayang di antara sesamamu? Sebarkanlah salam di antara kamu!

 

Agama itu adalah ketulusan. Kami bertanya: Terhadap siapa? Jawab Nabi SAWW, Terhadap Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan pemimpin-pemimpin kaum Muslim serta rakyat Muslim pada umumnya. DemiAllah yang jiwaku berada ditangan-Nya; tidaklah seorang benar-benar beriman, sampai ia menyukai bagi saudaranya yang Muslim, segala yang ia sukai bagi dirinya sendiri.

 

Janji keselamatan bagi kaum Muslim :berlaku atas mereka semua, Dan mereka semua seia-sekata delam menghadapi orang-orang selain mereka. Barang siapa melanggar janji keamanan seorang Muslim, maka kutukan Allah, Malaikat dan manusia sekalian tertuju kepadanya dan tidak diterimadarinya tebusan atau pengganti apa pun, pada Hari Kiamat kelak.

 

Hindarkan dirimu dari prasangka busuk, sesungguhnya yang demikian itu adalah sebohong-bohong omongan. Jangan mencari-cari aib orang lain, jangan memata-matai, jangan bersaingan menawar barang dengan maksud merugikan orang lain, jangan saling menghasut, jangan saling bermusuhan dan jangan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidaklah halal bagi seorang Muslim mendiami (menolak menyapa) saudaranya, sesama Muslim, lebih dari tiga hari.

 

Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Tidak boleh ia menganiayanya, dan tidak pula membiarkannya dianiaya. Barangsiapa mengurusi hajat saudaranya, sesama Muslim, niscaya Allah akan memenuhi hajatnya sendiri. Dan barangsiapa membebaskan beban penderitaan seorang Muslim, maka Allah akan membebaskan penderitaannya di Hari Kiamat kelak. Dan barangsiapa menutupi aib seorang Mukmin, maka Allah akan menutupi aibnya di Hari Kiamat.

 

Refrensi:
– https://arraahmanmedia.wordpress.com/2010/09/21/saling-menyapa-walau-tak-kenal/
– http://www.al-shia.org/html/id/page.php?id=493



Comment 0    Share



Please comment here!