Dua Sahabat Menulis “Gesekan Hati”, Lima Menit Akur Lagi


2015-01-21

sahabat

Elyamien, Selasa (20/1/2015) 

Namanya anak-anak saat bermain, dipastikan terdapat suka-dukanya. Sukanya, kalau permainannya berjalan baik dan lancar. Dukanya, ketika terjadi gesekan hati antarteman, sehingga menyebabkan tangis sedu-sedan.

 

Itulah yang terjadi terhadap Khoirul Umam, Selasa (20/1/2015) pukul 14.30 wib. Saat Khoir demikian panggilan Khoirul Umam diledek oleh temannya (tidak jelas siapa yang meledek) dengan ledekan “Kepala Kotak”.

 

Karena Khoir menganggap Rangga ikut menyuarakan “Kepala Kotak”, Rangga-pun menjadi sasaran amuk dan terjadi pertikaian antar keduanya. Ustadz Mujib yang berada di kantor terkaget, ketika Ustadzah Aya mengirim dua anak bersahabat ini ke depan Ustadz Mujib. “Ada apa,” tanya Ustad Mujib. “Ini Ustadz, bertengkar,” jawab Ustadzah Aya.

 

Keduanya kemudian didudukkan bersama dan diminta menjelaskan duduk persoalannya. Ustadz Mujib sambil mendengarkan diam-diam mengeluarkan ponselnya untuk merekam cerita kedua sahabat yang lagi bersinggungan hati itu.

Berdurasi 7 menit, mereka cerita dalam rekaman rahasia. Salah satu isi pembicaraannya, ustadz Mujib minta keduanya menulis cerita “singgungan hati” dua sahabat. Kebetulan ustadz Mujib sehari-hari mengajar materi jurnalistik, kedua sahabat ini diminta menulis peristiwa “singgungan hati” menjadi sebuah berita. Keduanya tidak mau, hanya Mufid (yang ikut terlibat) mau menulisnya.

 

Tetapi Khoir dan Rangga diminta memberikan keterangan dan langsung ditulis ustadz Hand di depan komputer. Demikian hasil keterangan tiga sahabat di depan ustad Hand.

 

Khoir :

“Waktu itu saya lagi enak-enak menggambar terus mufid sama rangga mengejek saya kepala kotak. Terus mas mufid ngejeknya malah keterlaluan, ali datang sambil menertawakanku. Terus saya mengis karena di tertyawakan ali dan di ejek mas mufid dan rangga.”

 

Rangga

“Waktu itu saya Cuma lewat samping mas khoir dan duduk disamping mas khoir. Saya tidak mengejek tapi mas ali yang mengejek tapi aku dituduh sama mas khoir.”

 

Mufid

“Mas ali ketawa terus dengan menghadap mas khoir, mas rangga juga ikut ngejek, kalau saya cuma mengejek kalau nanti ada sepak bola kamu nanti kiper aja ya.. tiba-tiba mas khoir langsung nangis.”

 

Yang hebat, gesekan hati anak-anak tidak berlangsung lama. Hati yang tidak punya dosa itu, hanya lima menit sudah saling memaafkan dan saling sapa. Orangtua patut mencontoh perilaku pemaaf dua sahabat yang bersinggungan hati ini. Semoga tulisan ini bermanfaat. Amiin.



Comment 0    Share



Please comment here!